ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻣُﺴَﺪَّﺩٌ ﻗَﺎﻝَ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻳَﺤْﻴَﻰ ﻋَﻦْ ﺍﻷَْﻋْﻤَﺶِ ﻗَﺎﻝَ ﺣَﺪَّﺛَﻨِﻲ ﺷَﻘِﻴﻖٌ ﻗَﺎﻝَ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺣُﺬَﻳْﻔَﺔَ ﻗَﺎﻟَﻜُﻨَّﺎ ﺟُﻠُﻮﺳًﺎ ﻋِﻨْﺪَ ﻋُﻤَﺮَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺃَﻳُّﻜُﻢْ ﻳَﺤْﻔَﻆُ ﻗَﻮْﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻔِﺘْﻨَﺔِ ﻗُﻠْﺖُ ﺃَﻧَﺎ ﻛَﻤَﺎ ﻗَﺎﻟَﻪُ ﻗَﺎﻝَ ﺇِﻧَّﻚَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺃَﻭْ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﻟَﺠَﺮِﻱءٌ ﻗُﻠْﺖُ ﻓِﺘْﻨَﺔُ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞِ ﻓِﻲ ﺃَﻫْﻠِﻪِ ﻭَﻣَﺎﻟِﻪِ ﻭَﻭَﻟَﺪِﻩِ ﻭَﺟَﺎﺭِﻩِ ﺗُﻜَﻔِّﺮُﻫَﺎ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓُ ﻭَﺍﻟﺼَّﻮْﻡُ ﻭَﺍﻟﺼَّﺪَﻗَﺔُ ﻭَﺍﻷَْﻣْﺮُ ﻭَﺍﻟﻨَّﻬْﻲُ ﻗَﺎﻝَ ﻟَﻴْﺲَ ﻫَﺬَﺍ ﺃُﺭِﻳﺪُ ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﺍﻟْﻔِﺘْﻨَﺔُ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﺗَﻤُﻮﺝُ ﻛَﻤَﺎ ﻳَﻤُﻮﺝُ ﺍﻟْﺒَﺤْﺮُ ﻗَﺎﻝَ ﻟَﻴْﺲَ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺑَﺄْﺱٌ ﻳَﺎ ﺃَﻣِﻴﺮَ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﺇِﻥَّ ﺑَﻴْﻨَﻚَ ﻭَﺑَﻴْﻨَﻬَﺎ ﺑَﺎﺑًﺎ ﻣُﻐْﻠَﻘًﺎ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﻳُﻜْﺴَﺮُ ﺃَﻡْ ﻳُﻔْﺘَﺢُ ﻗَﺎﻝَ ﻳُﻜْﺴَﺮُ ﻗَﺎﻝَ ﺇِﺫًﺍ ﻻَ ﻳُﻐْﻠَﻖَ ﺃَﺑَﺪًﺍ ﻗُﻠْﻨَﺎ ﺃَﻛَﺎﻥَ ﻋُﻤَﺮُ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﺍﻟْﺒَﺎﺏَ ﻗَﺎﻝَ ﻧَﻌَﻢْ ﻛَﻤَﺎ ﺃَﻥَّ ﺩُﻭﻥَ ﺍﻟْﻐَﺪِ ﺍﻟﻠَّﻴْﻠَﺔَ ﺇِﻧِّﻲ ﺣَﺪَّﺛْﺘُﻪُ ﺑِﺤَﺪِﻳﺚٍ ﻟَﻴْﺲَ ﺑِﺎﻷَْﻏَﺎﻟِﻴﻄِ ﻓَﻬِﺒْﻨَﺎ ﺃَﻥْ ﻧَﺴْﺄَﻝَ ﺣُﺬَﻳْﻔَﺔَ ﻓَﺄَﻣَﺮْﻧَﺎ ﻣَﺴْﺮُﻭﻗًﺎ ﻓَﺴَﺄَﻟَﻪُ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺍﻟْﺒَﺎﺏُ ﻋُﻤَﺮُ Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Al A'masy] berkata, telah menceritakan kepadaku [Syaqiq] berkata, Aku pernah mendengar [Hudzaifah] berkata, "Kami pernah bermajelis bersama 'Umar, lalu ia berkata, "Siapa di antara kalian yang masih ingat sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang masalah fitnah? ' Aku lalu menjawab, 'Aku masih ingat seperti yang beliau sabdakan! ' 'Umar bertanya, "Kamu dengar dari beliau atau kamu mendengar perkataan itu dari orang lain?" Aku menjawab, 'Yaitu fitnah seseorang dalam keluarganya, harta, anak dan tetangganya. Dan fitnah itu akan terhapus oleh amalan shalat, puasa, sedekah, amar ma'ruf dan nahi munkar." 'Umar berkata, "Bukan itu yang aku mau. Tapi fitnah yang dahsyat seperti dahsyatnya air laut." Hudzaifah berkata, "Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya fitnah itu tidak akan membahayakan engkau! antara engkau dengannya terhalang oleh pintu yang tertutup." 'Umar bertanya; "Pintu yang rusak atau terbuka?" Hudzaifah menjawab, "Rusak." 'Umar pun berkata, "Kalau begitu tidak akan bisa ditutup selamanya! ' Kami (perawi) bertanya, "Apakah 'Umar mengerti pintu yang dimaksud?" Hudzaifah menjawab, "Ya. Sebagaimana mengertinya dia bahwa setelah pagi adalah malam hari. Aku telah menceritakan kepadanya suatu hadits yang tidak ada kerancuannya." Namun kami takut untuk bertanya kepada Hudzaifah, lalu aku suruh Masruq untuk, lalu ia pun menanyakannya kepadanya. Hudzaifah lalu menjawab, "Pintu itu adalah Umar." i
الجمعة، 8 نوفمبر 2013
الخميس، 10 يناير 2013
SEPUTAR DUNIA MALAIKAT [ KAJIAN LANDMARK JAKARTA ]
Published :
يناير 10, 2013
[BAGIAN II]
Oleh : Ust. Idrus
Abidin, Lc., M.A.
1)
Hubungan Malikat
dengan anak cucu Adam.
Hubungan
malaikat dengan anak cucu Adam sangatlah kuat. Malaikat senantiasa berperan
dalam proses kelahirannya, menjaganya ketika telah lahir, senantiasa
mengantarkan wahyu kepada mereka sebagai pedoman hidup, mencatat sikap dan
perbuatan baik serta perbuatan buruk mereka, mencabut nyawa mereka jika ajalnya
telah tiba. Berikut pejelasannya :
§ Peran
malaikat selama proses kehamilan.
عَنْ أَنَسِ بْنِ
مَالِكٍ - رضى الله عنه - عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ « وَكَّلَ
اللَّهُ بِالرَّحِمِ مَلَكًا فَيَقُولُ أَىْ رَبِّ نُطْفَةٌ ، أَىْ رَبِّ عَلَقَةٌ
، أَىْ رَبِّ مُضْغَةٌ . فَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ أَنْ يَقْضِىَ خَلْقَهَا قَالَ أَىْ
رَبِّ ذَكَرٌ أَمْ أُنْثَى أَشَقِىٌّ أَمْ سَعِيدٌ فَمَا الرِّزْقُ فَمَا الأَجَلُ
فَيُكْتَبُ كَذَلِكَ فِى بَطْنِ أُمِّهِ »
Dari Anas bin
Malik r.a., dari Rasulullah saw., beliau bersabda, “Allah menugaskan malaikat
untuk menjaga rahim. Malaikat ia senantiasa melaporkan : Ya Allah, (kini) telah
menjadi campuran air mani, Ya Allah, (kini) telah menjadi alaqah (melekat di
rahim), Ya Allah, (kini) telah menjadi segunpal daging. Jika Allah hendak
menyempurnakan proses penciptaannya, maka malaikat berkata :Wahai Tuhan, laki
atau perempuan, sengsara atau bahagia, bagaimana rezki dan ajalnya, maka
ditetapkan semua hal tersebut ketika masih dalam perut ibunya.” (HR Bukhari,
Bab : Masalah Takdir)
§
Peran malaikat
dalam menjaga manusia.
لَهُ
مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ
Bagi
manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan
di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. (QS ar-Ra’du [13] : 11).
Ibnu Abbas
berkata, “Bahwa yang dimaksud ada yang menjaganya adalah bahwa Allah menugaskan
malaikat yang senantiasa menjaga manusia dari arah depan, belakang dan dari
arah samping. Jika takdir Allah telah datang maka mereka semua menghindar dan
meberikan orang tersebut (tertimpa takdirnya).”
§ Peranan
malaikat dalam menyampaikan wahyu :
Tugas ini telah menjadi
tugas khusus malaikat Jibril. Namun terdapat beberapa persitiwa di mana, wahyu
diantar bukan oleh Jibrul sendiri, tetapi oleh malaikat lainnya. Berikut
contohnya :
عَنِ ابْنِ
عَبّاسٍ قَالَ: بَيْنَمَا جِبْرِيلُ قَاعِدٌ عِنْدَ النّبِيّ صلى الله عليه وسلم.
سَمِعَ نَقِيضاً مِنْ فَوْقِهِ. فَرَفَعَ رَأْسَهُ. فَقَالَ: هَذَا بَابٌ مِنَ السّمَاءِ فُتِحَ
الْيَوْمَ. لَمْ يُفْتَحْ قَطّ إِلاّ الْيَوْمَ. فَنَزَلَ مِنْهُ مَلَكٌ. فَقَالَ:
هَذَا مَلَكٌ نَزَلَ إِلَى الأَرْضِ. لَمْ يَنْزِلْ قَطّ إِلاّ الْيَوْمَ.
فَسَلّمَ وَقَالَ: أَبْشِرْ بِنُورَيْنِ أُوتِيتَهُمَا لَمْ
يُؤْتَهُمَا نَبِيّ قَبْلَكَ. فَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَخَوَاتِيمُ سُورَةِ
الْبَقَرَةِ. لَنْ تَقْرَأَ بِحَرْفِ مِنْهُمَا إِلاّ أُعْطِيتَهُ
Dari Ibnu Abbas r.a., ia berkata,
“Ketika Jibril sedang duduk bersama nabi Saw, ia mendengar suarah gemuruh dari
atas, lalu ia melihat ke atas sambil berkata, “Itu adalah pintu langit yang
terbuka hari ini. Sebelumnya tidak pernah terbuka sama sekali. Lalu turunlah
mailkat darinya. Jibril berkata, “Inilah salah satu malaikat turun dari langit.
Ia sama sekali belum pernah turun ke bumi sebelumnya. Lalu sang malaikat
mengucapkan salam, kemudian berkata : Bergembiralah wahai Rasulullah dengan
dengan dua cahaya yang akan diberikan kepadamu. Keduanya belum pernah sama
sekali diberikan kepada seorang nabi pun sebelum Engkau. Yaitu surah al-Fatihah
dan penutup surah al-Baqarah…(HR Muslim. al-Albani telah men-shahih-kannya dalam
kitab shahih al-Targib wa al-Tarhib no (1456).
عَنْ حُذَيْفَةَ
، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ : أَتَانِي
مَلَكٌ فَسَلَّمَ عَلَيَّ نَزَلَ مِنَ السَّمَاءِ لَمْ يَنْزِلْ قَبْلَهَا
يُبَشِّرُنِي أَنَّ الْحَسَنَ ، وَالْحُسَيْنَ سَيِّدَا شَبَابِ أَهْلِ الْجَنَّةِ
، وَأَنَّ فَاطِمَةَ سَيِّدَةُ نِسَاءِ أَهْلِ الْجَنَّةِ .
Dari Hudzaifah, ia mengatakan, Rasulullah
saw bersabda, “Saya didatangi oleh seorang malaikat lalu meyalami saya. Ia baru
saja turun dari langit. Sebeelmunya ia belum pernah ke bumi. Ia membawa berita
gembira untukku bahwa Hasan dan Husain merupakan pemimpin para pemuda ahli
sorga dan juga bahwa Fatimah pemimpin para wanita penghuni sorga (HR Ibnu
Asakir. Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih al-Jami’ 1/419).
§ Tidak
semua orang yang didatangi oleh malaikat merupakan nabi atau pun rasul. Karena malaikat juga telah mendatangi
Maryam binti Imran, padahal beliau bukan nabi. Sebagaiamana malaikat juga
pernah mendatangi ibu Ismail (Hajar) ketika kehabisan makanan dan minum di
tengah padang pasir dalam kisah awal syari’at ibadah haji, terutama sa’i antara
shafa dan marwah.
§ Bagaimana
Rasulullah menerima wahyu ?
عَنْ عَائِشَةَ
أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ
عَنْهَا ، أَنَّ الْحَارِثَ بْنَ هِشَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَأَل رَسُولَ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ،
كَيْفَ يَأْتِيكَ الْوَحْيُ ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ : " أَحْيَانًا يَأْتِينِي مِثْلَ
صَلْصَلَةِ الْجَرَسِ ، وَهُوَ أَشَدُّهُ عَلَيَّ فَيُفْصَمُ عَنِّي ، وَقَدْ وَعَيْتُ
عَنْهُ مَا قَالَ ، وَأَحْيَانًا يَتَمَثَّلُ لِي الْمَلَكُ رَجُلًا
فَيُكَلِّمُنِي فَأَعِي مَا يَقُولُ " ، قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا : وَلَقَدْ
رَأَيْتُهُ يَنْزِلُ عَلَيْهِ الْوَحْيُ فِي الْيَوْمِ الشَّدِيدِ الْبَرْدِ
فَيَفْصِمُ عَنْهُ ، وَإِنَّ جَبِينَهُ لَيَتَفَصَّدُ عَرَقًا .
Dari ‘Aisyah
r.a., bahwasanya Harits bin Hisyam bertanya kepada Rasulullah Saw., bagaimana
wahyu datang kepadanya ? Rasulullah saw menjawab, “Terkadang wahyu datang
seperti bunyi lonceng. Cara ini yang paling berat bagiku, hingga saya keringat
dingin, dan saya pun memahami apa yang disampaikan oleh Jibril. Terkadang
Jibril menyerupai seseorang hingga ia berbicara langsung denganku hingga saya
memahami maksdunya”….(HR Bukhari).
§ Kedatangan
Jibril tidak selamanya untuk mengantar wahyu, tapi terkadang untuk mengajari
Rasulullah tata cara beribadah. Seperti kedatangan Jibril tiap ramadhan untuk
mengajari Rasulullah tilawah al-Qur’an dan sistematika al-Qur’an. Jibril juga
pernah mengimami Rasulullah shalat untuk menjelaskan masing-masing batas waktu
shalat 5 waktu :
عَنِ ابْنِ
عَبَّاسٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " أَمَّنِي جِبْرِيلُ عِنْدَ
الْبَيْتِ مَرَّتَيْنِ ، فَصَلَّى بِيَ الظُّهْرَ حِينَ زَالَتِ الشَّمْسُ فَكَانَ
كَقَدْرِ الشِّرَاكِ ، ثُمَّ صَلَّى بِيَ الْعَصْرَ حِينَ صَارَ ظِلُّ كُلِّ
شَيْءٍ مِثْلَهُ ، ثُمَّ صَلَّى بِيَ الْمَغْرِبَ حِينَ أَفْطَرَ الصَّائِمُ ،
ثُمَّ صَلَّى بِيَ الْعِشَاءَ حِينَ غَابَ الشَّفَقُ ، ثُمَّ صَلَّى بِيَ
الْفَجْرَ حِينَ حَرُمَ الطَّعَامُ وَالشَّرَابُ عَلَى الصَّائِمِ ، ثُمَّ صَلَّى
بِيَ الظُّهْرَ مِنَ الْغَدِ حِينَ صَارَ ظِلُّ كُلِّ شَيْءٍ مِثْلَهُ ، ثُمَّ
صَلَّى بِيَ الْعَصْرَ حِينَ صَارَ ظِلُّ كُلِّ شَيْءٍ مِثْلَيْهِ ، ثُمَّ صَلَّى
بِيَ الْمَغْرِبَ حِينَ أَفْطَرَ الصَّائِمُ ، ثُمَّ صَلَّى بِيَ الْعِشَاءَ حِينَ
ذَهَبَ ثُلُثُ اللَّيْلِ ، ثُمَّ صَلَّى بِيَ الْفَجْرَ فَأَسْفَرَ ، ثُمَّ
الْتَفَتَ إِلَيَّ فَقَالَ : يَا مُحَمَّدُ ! هَذَا وَقْتُ الأَنْبِيَاءِ قَبْلَكَ
، الْوَقْتُ فِيمَا بَيْنَ هَذَيْنِ الْوَقْتَيْنِ " .
Dari Ibnu Abbas,
ia berkata, Rasulullah saw bersabda, “Jibril megimami saya di dekat ka’bah
sebanyak 2 kali. Ia shalat zuhur bersama saya ketika matahari mulai condong ke
barat…kemudian ia shalat ashar ketika bayangan benda sama panjang aslinya. Lalu
ia shalat magrib bersamaku ketika orang-orang puasa berbuka. Ia shalat isya
bersamaku ketika fajar telah hilang dan shalat subuh ketika orang-orang puasa
tidak boleh lagi makan dan minum…(HR Bukhari)
Jibril juga
mengajari Rasulullah saw untuk berwudhu’ :
عَنْ زَيْدِ
بْنِ حَارِثَةَ ، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : " أَتَانِي جِبْرِيلُ عَلَيْهِ
السَّلامُ فِي أَوَّلِ مَا أُوحِيَ إِلَيَّ ، فَعَلَّمَنِي الْوُضُوءَ ، فَلَمَّا
فَرَغَ مِنْهُ أَخَذَ حَفْنَةً مِنْ مَاءٍ ، فَنَضَحَ بِهَا فَرْجَهُ "
Dari Zaid bin
Haritsah, bahwa Rasulullah saw berkata, “Jibril mendatangi saya pada awal-awal
saya menerima wahyu, lalu mengajariku cara berwudhu. Tatkala selesai, Jibril
mengambil segenggam air lalu memercikkannya ke daerah kemaluan”.(HR Ahmad.
Dishahihkan oleh al-‘Albani dalam kitab Shahih al-Jami).
Jibril juga pernah
mengobati Rasulullah dengan ruqyah syar’iyah :
عَنْ
أَبِى سَعِيدٍ أَنَّ جِبْرِيلَ أَتَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا
مُحَمَّدُ اشْتَكَيْتَ فَقَالَ « نَعَمْ ». قَالَ بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ مِنْ كُلِّ
شَىْءٍ يُؤْذِيكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ اللَّهُ يَشْفِيكَ بِاسْمِ
اللَّهِ أَرْقِيكَ. رواه أحمد ومسلم
Rasulullah saw
bersabda, Jibril mendatangiku dan bertanya, apakah engkau megeluhkan rasa sakit
? saya menjawab, betul. Lalu Jibril membaca bismillah arqika min kulli
syain yu’dzika min kulli syarri kulli nafsin au aini Hasid. Bismillah arqika
wallahu yasfika [saya mengobatimu dengan nama Allah, dari segala yang
menyakitimu, dari segala jiwa dan mata yang dengki. Dengan nama Allah saya
mengobatimu sedang Allah yang akan mnenyembuhkanmu] (HR Muslim).
SEPUTAR DUNIA MALAIKAT [ KAJIAN LANDMARK JAKARTA ]
Published :
يناير 10, 2013
HUBUNGAN MALAIKAT DENGAN MANUSIA [BAGIAN I]
Oleh : Ust. Idrus Abidin, Lc., M.A.
1)
Hubungan
Malaikat dengan nabi Adam.
§ Relasi
pertama malaikat dengan manusia adalah terkait penciptaan nabi Adam
sebagai manusia pertama (QS al-Baqarah
[2] : 30).
§ Malaikat
bersujud kepada Adam setelah proses penciptaannya selesai dengan peniupan roh
kepadanya. Dalam hal ini, hanya Iblis saja yang tidak bersujud sebagaimana
firman Allah berikut :
71.(Ingatlah)
ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan
menciptakan manusia dari tanah".72. Maka apabila telah Kusempurnakan
kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu
tersungkur dengan bersujud kepadanya".73. Lalu seluruh malaikat itu
bersujud semuanya.74. kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia
termasuk orang-orang yang kafir. (QS Shad [38] :
71-74)
§ Pengarahan
malaikat terhadap adam terkait ucapan
sapaan (salam) ketika saling bertemu sebagaimana laporan riwayat berikut :
عَنْ
أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ « خَلَقَ اللَّهُ آدَمَ
عَلَى صُورَتِهِ ، طُولُهُ سِتُّونَ ذِرَاعًا ، فَلَمَّا خَلَقَهُ قَالَ اذْهَبْ فَسَلِّمْ
عَلَى أُولَئِكَ النَّفَرِ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ جُلُوسٌ ، فَاسْتَمِعْ مَا يُحَيُّونَكَ
، فَإِنَّهَا تَحِيَّتُكَ وَتَحِيَّةُ ذُرِّيَّتِكَ . فَقَالَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ
. فَقَالُوا السَّلاَمُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللَّهِ . فَزَادُوهُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ
، فَكُلُّ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ آدَمَ ، فَلَمْ يَزَلِ الْخَلْقُ
يَنْقُصُ بَعْدُ حَتَّى الآنَ »
Dari
Abu Hurairah r.a., dari Rasulullah saw, beliau berkata, “Allah swt menciptakan
Adam sesuai dengan posturnya, tingginya 30 hasta (siku). Setelah penciptaanya
selesai, Allah berkata kepadanya : pergilah dan ucapkanlah salam kepada para
malaikat yang sedang duduk-duduk itu, dengarkanlah apa yang akan diucapkan oleh
mereka sebagai jawaban ucapan salammu, karena itu nanti akan menjadi sapaanmu
dan sapaan seluruh keturunanmu. Maka nabi Adam mengucapkan As-salamu
‘Alaikum kepada para malaikat.
Malaikat menjawab : Wa’alaikumussalam wa rahmatullah. Malaikat
menambahkan kata warahmatullah. Semua manusia yang masuk sorga akan
serupa dengan postur nabi Adam. Namun, postur seluruh mahluk senantiasa
mengecil hingga sekarang.” (HR Bukhari, no.20, Bab : Bad’ul
Khalq).
§ Malaikat
memandikan jasad nabi Adam takala ia meninggal dunia.
عن
أبي بن كعب، عَنِ النَّبِيِّ , صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : " لَمَّا
تُوُفِّيَ آدَمُ غَسَّلَتْهُ الْمَلائِكَةُ بِالْمَاءِ وِتْرًا , وَأَلْحَدُوا
لَهُ ، وَقَالَتْ : هَذِهِ سُنَّةُ آدَمَ و وَلَدِهِ " .
Dari Abay bin Ka’ab, dari
Rasulullah saw, beliau bersabda, “Tatkala nabi Adam meninggal, para malaikat
memandikannya dengan air sebanyak bilangan ganjil (3) dan juga membuatkan liang
lahat untuknya, seraya berkata, “Ini adalah ketetapan sunnah untuk Adam dan
seluruh anak cucunya.” (HR al-Hakim dalam kitab
al-Mustadrak. Hadits ini disebutkan oleh al-Albani dalam kitab Shahih al-Jami’)
Dalam riwayat yang shahih juga ditemukan
peran malaikat dalam memandikan salah seorang sahabat bernama Hanzhalah bin Abu
Amir yang gugur sebagi syahid dalam perang uhud. Setelah peristiwa syahidnya
Hanzhalah, Rasulullah menyatakan kepada para sahabat, “Saudara kalian sedang
dimandikan oleh malaikat”. Karenanya, beberapa sahabat bertanya kepada istrinya
tentang hal tersebut, maka sang istri menjawab, “Dia keluar berjihad, padahal
ia masih dalam kondisi junub.” Hal itu disampaikan kepada Rasulullah, maka
beliau menyimpulkan, “Pantasan ia dimandikan oleh Malaikat.” (HR Hakim dan
al-Baihaqi dalam kitab sunan dengan sanad yang berstatus hasan, sebagaimana
yang dijelaskan oleh al-Albani dalam Silsilah Hadits Shahih : no.326).
الاشتراك في:
الرسائل (Atom)
Categories
no-style
نموذج الاتصال
Entri Populer
إجمالي مرات مشاهدة الصفحة
Translate
Categories
- akidah. (55)
- al-Qur'an (3)
- Bahagia Islami (3)
- Catatan Perjalanan. (2)
- Ceramah Keislaman (2)
- Efistemologi Islam (2)
- Epistemologi Islam (2)
- Fikih Islam (3)
- Ilmu Hadits. (2)
- Ilmu Kalam (3)
- Keimanan dan Ketakwaan (3)
- Keluarga (4)
- Keluarga Islami (5)
- Metodologi Studi Islam (14)
- Muhasabah (8)
- Pemikiran Islam (3)
- Pendidikan (5)
- Pendidikan Islam (8)
- Peradaban Islam. (4)
- Prinsip Akidah Ahlu Sunnah (6)
- Qur'an Navigation (1)
- Ramadhan (3)
- Refleksi Kitab Riyadhus Shalihin (2)
- Refleksi Kitab RIyadhusshalihin (1)
- Relasi Sunni dengan Syi'ah (7)
- Renungan. (9)
- Sirah (3)
- Syarah Hadits Arba'in (4)
- Syarah Riyadhusshalihin (24)
- Syarah Sunan Abi Daud (4)
- Tafsir. (8)
- Takhrij Hadits (2)
- Tasawuf (2)
- Tazkiyah (9)
- Ushul Fikih (1)
- Waktu Perspektif Islam (3)