الخميس، 10 يناير 2013

SEPUTAR DUNIA MALAIKAT [ KAJIAN LANDMARK JAKARTA ]




                      HUBUNGAN MALAIKAT DENGAN ANAK CUCU ADAM  
                                                   [BAGIAN II]


Oleh : Ust. Idrus Abidin, Lc., M.A.



1)         Hubungan Malikat dengan anak cucu Adam.
Hubungan malaikat dengan anak cucu Adam sangatlah kuat. Malaikat senantiasa berperan dalam proses kelahirannya, menjaganya ketika telah lahir, senantiasa mengantarkan wahyu kepada mereka sebagai pedoman hidup, mencatat sikap dan perbuatan baik serta perbuatan buruk mereka, mencabut nyawa mereka jika ajalnya telah tiba. Berikut pejelasannya :
§  Peran malaikat selama proses kehamilan.
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ - رضى الله عنه - عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ « وَكَّلَ اللَّهُ بِالرَّحِمِ مَلَكًا فَيَقُولُ أَىْ رَبِّ نُطْفَةٌ ، أَىْ رَبِّ عَلَقَةٌ ، أَىْ رَبِّ مُضْغَةٌ . فَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ أَنْ يَقْضِىَ خَلْقَهَا قَالَ أَىْ رَبِّ ذَكَرٌ أَمْ أُنْثَى أَشَقِىٌّ أَمْ سَعِيدٌ فَمَا الرِّزْقُ فَمَا الأَجَلُ فَيُكْتَبُ كَذَلِكَ فِى بَطْنِ أُمِّهِ »
Dari Anas bin Malik r.a., dari Rasulullah saw., beliau bersabda, “Allah menugaskan malaikat untuk menjaga rahim. Malaikat ia senantiasa melaporkan : Ya Allah, (kini) telah menjadi campuran air mani, Ya Allah, (kini) telah menjadi alaqah (melekat di rahim), Ya Allah, (kini) telah menjadi segunpal daging. Jika Allah hendak menyempurnakan proses penciptaannya, maka malaikat berkata :Wahai Tuhan, laki atau perempuan, sengsara atau bahagia, bagaimana rezki dan ajalnya, maka ditetapkan semua hal tersebut ketika masih dalam perut ibunya.” (HR Bukhari, Bab : Masalah Takdir)
§  Peran malaikat dalam menjaga manusia.
لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.  (QS ar-Ra’du [13] : 11).
Ibnu Abbas berkata, “Bahwa yang dimaksud ada yang menjaganya adalah bahwa Allah menugaskan malaikat yang senantiasa menjaga manusia dari arah depan, belakang dan dari arah samping. Jika takdir Allah telah datang maka mereka semua menghindar dan meberikan orang tersebut (tertimpa takdirnya).”
§  Peranan malaikat dalam menyampaikan wahyu :
Tugas ini telah menjadi tugas khusus malaikat Jibril. Namun terdapat beberapa persitiwa di mana, wahyu diantar bukan oleh Jibrul sendiri, tetapi oleh malaikat lainnya. Berikut contohnya :
عَنِ ابْنِ عَبّاسٍ قَالَ: بَيْنَمَا جِبْرِيلُ قَاعِدٌ عِنْدَ النّبِيّ صلى الله عليه وسلم. سَمِعَ نَقِيضاً مِنْ فَوْقِهِ. فَرَفَعَ رَأْسَهُ. فَقَالَ: هَذَا بَابٌ مِنَ السّمَاءِ فُتِحَ الْيَوْمَ. لَمْ يُفْتَحْ قَطّ إِلاّ الْيَوْمَ. فَنَزَلَ مِنْهُ مَلَكٌ. فَقَالَ: هَذَا مَلَكٌ نَزَلَ إِلَى الأَرْضِ. لَمْ يَنْزِلْ قَطّ إِلاّ الْيَوْمَ. فَسَلّمَ وَقَالَ: أَبْشِرْ بِنُورَيْنِ أُوتِيتَهُمَا لَمْ يُؤْتَهُمَا نَبِيّ قَبْلَكَ. فَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَخَوَاتِيمُ سُورَةِ الْبَقَرَةِ. لَنْ تَقْرَأَ بِحَرْفِ مِنْهُمَا إِلاّ أُعْطِيتَهُ
Dari Ibnu Abbas r.a., ia berkata, “Ketika Jibril sedang duduk bersama nabi Saw, ia mendengar suarah gemuruh dari atas, lalu ia melihat ke atas sambil berkata, “Itu adalah pintu langit yang terbuka hari ini. Sebelumnya tidak pernah terbuka sama sekali. Lalu turunlah mailkat darinya. Jibril berkata, “Inilah salah satu malaikat turun dari langit. Ia sama sekali belum pernah turun ke bumi sebelumnya. Lalu sang malaikat mengucapkan salam, kemudian berkata : Bergembiralah wahai Rasulullah dengan dengan dua cahaya yang akan diberikan kepadamu. Keduanya belum pernah sama sekali diberikan kepada seorang nabi pun sebelum Engkau. Yaitu surah al-Fatihah dan penutup surah al-Baqarah…(HR Muslim. al-Albani telah men-shahih-kannya dalam kitab shahih al-Targib wa al-Tarhib no (1456).
عَنْ حُذَيْفَةَ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَتَانِي مَلَكٌ فَسَلَّمَ عَلَيَّ نَزَلَ مِنَ السَّمَاءِ لَمْ يَنْزِلْ قَبْلَهَا يُبَشِّرُنِي أَنَّ الْحَسَنَ ، وَالْحُسَيْنَ سَيِّدَا شَبَابِ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَأَنَّ فَاطِمَةَ سَيِّدَةُ نِسَاءِ أَهْلِ الْجَنَّةِ .
Dari Hudzaifah, ia mengatakan, Rasulullah saw bersabda, “Saya didatangi oleh seorang malaikat lalu meyalami saya. Ia baru saja turun dari langit. Sebeelmunya ia belum pernah ke bumi. Ia membawa berita gembira untukku bahwa Hasan dan Husain merupakan pemimpin para pemuda ahli sorga dan juga bahwa Fatimah pemimpin para wanita penghuni sorga (HR Ibnu Asakir. Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih al-Jami’ 1/419).
§  Tidak semua orang yang didatangi oleh malaikat merupakan nabi atau pun  rasul. Karena malaikat juga telah mendatangi Maryam binti Imran, padahal beliau bukan nabi. Sebagaiamana malaikat juga pernah mendatangi ibu Ismail (Hajar) ketika kehabisan makanan dan minum di tengah padang pasir dalam kisah awal syari’at ibadah haji, terutama sa’i antara shafa dan marwah.
§  Bagaimana Rasulullah menerima wahyu ?

عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا ، أَنَّ الْحَارِثَ بْنَ هِشَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَأَل رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، كَيْفَ يَأْتِيكَ الْوَحْيُ ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " أَحْيَانًا يَأْتِينِي مِثْلَ صَلْصَلَةِ الْجَرَسِ ، وَهُوَ أَشَدُّهُ عَلَيَّ فَيُفْصَمُ عَنِّي ، وَقَدْ وَعَيْتُ عَنْهُ مَا قَالَ ، وَأَحْيَانًا يَتَمَثَّلُ لِي الْمَلَكُ رَجُلًا فَيُكَلِّمُنِي فَأَعِي مَا يَقُولُ " ، قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا : وَلَقَدْ رَأَيْتُهُ يَنْزِلُ عَلَيْهِ الْوَحْيُ فِي الْيَوْمِ الشَّدِيدِ الْبَرْدِ فَيَفْصِمُ عَنْهُ ، وَإِنَّ جَبِينَهُ لَيَتَفَصَّدُ عَرَقًا .
Dari ‘Aisyah r.a., bahwasanya Harits bin Hisyam bertanya kepada Rasulullah Saw., bagaimana wahyu datang kepadanya ? Rasulullah saw menjawab, “Terkadang wahyu datang seperti bunyi lonceng. Cara ini yang paling berat bagiku, hingga saya keringat dingin, dan saya pun memahami apa yang disampaikan oleh Jibril. Terkadang Jibril menyerupai seseorang hingga ia berbicara langsung denganku hingga saya memahami maksdunya”….(HR Bukhari).
§  Kedatangan Jibril tidak selamanya untuk mengantar wahyu, tapi terkadang untuk mengajari Rasulullah tata cara beribadah. Seperti kedatangan Jibril tiap ramadhan untuk mengajari Rasulullah tilawah al-Qur’an dan sistematika al-Qur’an. Jibril juga pernah mengimami Rasulullah shalat untuk menjelaskan masing-masing batas waktu shalat 5 waktu :
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " أَمَّنِي جِبْرِيلُ عِنْدَ الْبَيْتِ مَرَّتَيْنِ ، فَصَلَّى بِيَ الظُّهْرَ حِينَ زَالَتِ الشَّمْسُ فَكَانَ كَقَدْرِ الشِّرَاكِ ، ثُمَّ صَلَّى بِيَ الْعَصْرَ حِينَ صَارَ ظِلُّ كُلِّ شَيْءٍ مِثْلَهُ ، ثُمَّ صَلَّى بِيَ الْمَغْرِبَ حِينَ أَفْطَرَ الصَّائِمُ ، ثُمَّ صَلَّى بِيَ الْعِشَاءَ حِينَ غَابَ الشَّفَقُ ، ثُمَّ صَلَّى بِيَ الْفَجْرَ حِينَ حَرُمَ الطَّعَامُ وَالشَّرَابُ عَلَى الصَّائِمِ ، ثُمَّ صَلَّى بِيَ الظُّهْرَ مِنَ الْغَدِ حِينَ صَارَ ظِلُّ كُلِّ شَيْءٍ مِثْلَهُ ، ثُمَّ صَلَّى بِيَ الْعَصْرَ حِينَ صَارَ ظِلُّ كُلِّ شَيْءٍ مِثْلَيْهِ ، ثُمَّ صَلَّى بِيَ الْمَغْرِبَ حِينَ أَفْطَرَ الصَّائِمُ ، ثُمَّ صَلَّى بِيَ الْعِشَاءَ حِينَ ذَهَبَ ثُلُثُ اللَّيْلِ ، ثُمَّ صَلَّى بِيَ الْفَجْرَ فَأَسْفَرَ ، ثُمَّ الْتَفَتَ إِلَيَّ فَقَالَ : يَا مُحَمَّدُ ! هَذَا وَقْتُ الأَنْبِيَاءِ قَبْلَكَ ، الْوَقْتُ فِيمَا بَيْنَ هَذَيْنِ الْوَقْتَيْنِ " .
Dari Ibnu Abbas, ia berkata, Rasulullah saw bersabda, “Jibril megimami saya di dekat ka’bah sebanyak 2 kali. Ia shalat zuhur bersama saya ketika matahari mulai condong ke barat…kemudian ia shalat ashar ketika bayangan benda sama panjang aslinya. Lalu ia shalat magrib bersamaku ketika orang-orang puasa berbuka. Ia shalat isya bersamaku ketika fajar telah hilang dan shalat subuh ketika orang-orang puasa tidak boleh lagi makan dan minum…(HR Bukhari)
Jibril juga mengajari Rasulullah saw untuk berwudhu’ :
عَنْ زَيْدِ بْنِ حَارِثَةَ ، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : " أَتَانِي جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلامُ فِي أَوَّلِ مَا أُوحِيَ إِلَيَّ ، فَعَلَّمَنِي الْوُضُوءَ ، فَلَمَّا فَرَغَ مِنْهُ أَخَذَ حَفْنَةً مِنْ مَاءٍ ، فَنَضَحَ بِهَا فَرْجَهُ "
Dari Zaid bin Haritsah, bahwa Rasulullah saw berkata, “Jibril mendatangi saya pada awal-awal saya menerima wahyu, lalu mengajariku cara berwudhu. Tatkala selesai, Jibril mengambil segenggam air lalu memercikkannya ke daerah kemaluan”.(HR Ahmad. Dishahihkan oleh al-‘Albani dalam kitab Shahih al-Jami).
Jibril juga pernah mengobati Rasulullah dengan ruqyah syar’iyah :
عَنْ أَبِى سَعِيدٍ أَنَّ جِبْرِيلَ أَتَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ اشْتَكَيْتَ فَقَالَ « نَعَمْ ». قَالَ بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ مِنْ كُلِّ شَىْءٍ يُؤْذِيكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ اللَّهُ يَشْفِيكَ بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ. رواه أحمد ومسلم
Rasulullah saw bersabda, Jibril mendatangiku dan bertanya, apakah engkau megeluhkan rasa sakit ? saya menjawab, betul. Lalu Jibril membaca bismillah arqika min kulli syain yu’dzika min kulli syarri kulli nafsin au aini Hasid. Bismillah arqika wallahu yasfika [saya mengobatimu dengan nama Allah, dari segala yang menyakitimu, dari segala jiwa dan mata yang dengki. Dengan nama Allah saya mengobatimu sedang Allah yang akan mnenyembuhkanmu] (HR Muslim).

SEPUTAR DUNIA MALAIKAT [ KAJIAN LANDMARK JAKARTA ]



HUBUNGAN MALAIKAT DENGAN MANUSIA [BAGIAN I]

Oleh : Ust. Idrus Abidin, Lc., M.A.



1)         Hubungan Malaikat dengan nabi Adam.
§  Relasi pertama malaikat dengan manusia adalah terkait penciptaan nabi Adam sebagai  manusia pertama (QS al-Baqarah [2] : 30).
§  Malaikat bersujud kepada Adam setelah proses penciptaannya selesai dengan peniupan roh kepadanya. Dalam hal ini, hanya Iblis saja yang tidak bersujud sebagaimana firman Allah berikut :
71.(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah".72. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya".73. Lalu seluruh malaikat itu bersujud semuanya.74. kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir. (QS Shad [38] : 71-74)
§  Pengarahan malaikat terhadap adam  terkait ucapan sapaan (salam) ketika saling bertemu sebagaimana laporan riwayat berikut :
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ « خَلَقَ اللَّهُ آدَمَ عَلَى صُورَتِهِ ، طُولُهُ سِتُّونَ ذِرَاعًا ، فَلَمَّا خَلَقَهُ قَالَ اذْهَبْ فَسَلِّمْ عَلَى أُولَئِكَ النَّفَرِ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ جُلُوسٌ ، فَاسْتَمِعْ مَا يُحَيُّونَكَ ، فَإِنَّهَا تَحِيَّتُكَ وَتَحِيَّةُ ذُرِّيَّتِكَ . فَقَالَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ . فَقَالُوا السَّلاَمُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللَّهِ . فَزَادُوهُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ ، فَكُلُّ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ آدَمَ ، فَلَمْ يَزَلِ الْخَلْقُ يَنْقُصُ بَعْدُ حَتَّى الآنَ »
Dari Abu Hurairah r.a., dari Rasulullah saw, beliau berkata, “Allah swt menciptakan Adam sesuai dengan posturnya, tingginya 30 hasta (siku). Setelah penciptaanya selesai, Allah berkata kepadanya : pergilah dan ucapkanlah salam kepada para malaikat yang sedang duduk-duduk itu, dengarkanlah apa yang akan diucapkan oleh mereka sebagai jawaban ucapan salammu, karena itu nanti akan menjadi sapaanmu dan sapaan seluruh keturunanmu. Maka nabi Adam mengucapkan As-salamu ‘Alaikum  kepada para malaikat. Malaikat menjawab : Wa’alaikumussalam wa rahmatullah. Malaikat menambahkan kata warahmatullah. Semua manusia yang masuk sorga akan serupa dengan postur nabi Adam. Namun, postur seluruh mahluk senantiasa mengecil hingga sekarang.” (HR Bukhari, no.20, Bab : Bad’ul Khalq).
§     Malaikat memandikan jasad nabi Adam takala ia meninggal dunia.
عن أبي بن كعب، عَنِ النَّبِيِّ , صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : " لَمَّا تُوُفِّيَ آدَمُ غَسَّلَتْهُ الْمَلائِكَةُ بِالْمَاءِ وِتْرًا , وَأَلْحَدُوا لَهُ ، وَقَالَتْ : هَذِهِ سُنَّةُ آدَمَ و وَلَدِهِ " .
Dari Abay bin Ka’ab, dari Rasulullah saw, beliau bersabda, “Tatkala nabi Adam meninggal, para malaikat memandikannya dengan air sebanyak bilangan ganjil (3) dan juga membuatkan liang lahat untuknya, seraya berkata, “Ini adalah ketetapan sunnah untuk Adam dan seluruh anak cucunya.” (HR al-Hakim dalam kitab al-Mustadrak. Hadits ini disebutkan oleh al-Albani dalam kitab Shahih al-Jami’)
Dalam riwayat yang shahih juga ditemukan peran malaikat dalam memandikan salah seorang sahabat bernama Hanzhalah bin Abu Amir yang gugur sebagi syahid dalam perang uhud. Setelah peristiwa syahidnya Hanzhalah, Rasulullah menyatakan kepada para sahabat, “Saudara kalian sedang dimandikan oleh malaikat”. Karenanya, beberapa sahabat bertanya kepada istrinya tentang hal tersebut, maka sang istri menjawab, “Dia keluar berjihad, padahal ia masih dalam kondisi junub.” Hal itu disampaikan kepada Rasulullah, maka beliau menyimpulkan, “Pantasan ia dimandikan oleh Malaikat.” (HR Hakim dan al-Baihaqi dalam kitab sunan dengan sanad yang berstatus hasan, sebagaimana yang dijelaskan oleh al-Albani dalam Silsilah Hadits Shahih : no.326).

السبت، 29 سبتمبر 2012

Peranan Malaikat Dalam Mendo'akan Kaum Beriman.

Idrus Abidin, Lc., M.A.  Dosen Stida Al-Manar Jakarta




 


Malaikat adalah mahluk Allah yang tercipta dari cahaya. Mereka adalah pasukan Allah yang senantiasa melaksanakan perintah dan tidak pernah melanggar titah Allah sedikit pun. Allah SWT berfirman,
بَلْ عِبَادٌ مُكْرَمُونَ (26) لَا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ (27) يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ارْتَضَى وَهُمْ مِنْ خَشْيَتِهِ مُشْفِقُونَ (28)
"Sebenarnya (malaikat - malaikat itu) adalah hamba - hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah - perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa'at melainkan kepada orang - orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati - hati karena takut kepada-Nya" (QS Al Anbiyaa' [21] : 26-28).
Meraka dibebani tugas-tugas sesuai dengan kebijakan Allah swt. Beratnya beban tugas mereka berbanding lurus dengan banyaknya sayap yang diberikan oleh Allah kepada mereka.
Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat.  Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS Fathir [35] : 1)
Malaikiat Jibril adalah penghulu para malaikat yang memiliki tugas paling berat dan paling utama, yaitu mengantarkan wahyu kepada para nabi yang diutus. Ia adalah duta Allah kepada semua nabi yang diutus. Karena beratnya amanah dan tanggung jawab yang dipikul, maka jumlah sayap yang dimiliki melebihi semua malaikat. Jika berdasarkan ayat di atas, beberapa malaikat ada yang hanya bersayap satu, bersayap dua, bersayap tiga dan bersayap empat, maka jibril memiliki 350 sayap.
Demikianlah karakter malaikat dari sisi ketaatan dan jumlah sayap. Salah satu tugas utama malaikat adalah mendoakan penduduk bumi yang beriman. Allah menjelaskan tentang ini dalam firman-Nya :
الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ  رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُم وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ  وَقِهِمُ السَّيِّئَاتِ وَمَنْ تَقِ السَّيِّئَاتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهُ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
(Malaikat-malaikat) yang memikul Arasy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): "Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala, ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu, maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar". (QS Gafir [40] : 7-9).
Permohonan ampunan terhadap orang-orang beriman yang dilakukan oleh para malaikat ini masuk dalam kategori shalawat yang dijelaskan oleh ayat berikut :
هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا
Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. (QS al-Ahzab [33] : 43).
Syaikh Ahmad Abdurrahman al-Banna dalam syarahnya menjelaskan, ‘Shalawat malaikat bagi anak Adam ialah dengan mendoakan agar mereka diberi rahmat dan maghfirah.” Hanya saja ada perbedaan antara shalawat Allah terhadap orang mukmin dan shalawat malaikat. Shalawat Allah kepada orang-orang mukmin berarti rahmat dan kecintaan Allah terhadap mereka sekaligus pengangkatan derajat hingga level yang tinggi. Di sini, kami menyebutkan beberapa hadits yang menunjukkan peran malaikat dalam mendoakan orang-orang yang beriman dengan beberapa kegiatan mereka yang terkait dengan keislaman dan keimanan :
1)      Orang yang tidur dalam keadaan bersuci :

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : " طَهِّرُوا هَذِهِ الأَجْسَادَ طَهَّرَكُمُ اللَّهُ ، فَإِنَّهُ لَيْسَ مِنْ عَبْدٍ يَبِيتُ طَاهِرًا إِلا بَاتَ مَعَهُ فِي شِعَارِهِ مَلَكٌ ، لا يَنْقَلِبُ سَاعَةً مِنَ اللَّيْلِ إِلا ، قَالَ : اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا "
Dari Ibnu Abbas ra., bahwa Rasulullah Saw. SAW. bersabda, "Sucikanlah fisik kalian nanti Allah akan disucikan oleh Allah, karena tidakklah seseorang tertidur di malam hari dalam keaadaan suci (berwudhu) kecuali malaikat bermalam bersamanya. Sang malaikat tidak akan meningalkannya  dan senantiasa berdo’a 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci'" [1]

2)   Orang yang duduk menunggu shalat.

وعن أبي هريرة - رضي الله عنه - ، قَالَ : قال رَسُولُ اللهِ - صلى الله عليه وسلم - : (( صَلاةُ الرَّجُلِ في جَمَاعةٍ تُضَعَّفُ عَلَى صَلاتِهِ فِي بَيْتهِ وفي سُوقِهِ خَمْساً وَعِشْرِينَ ضِعْفَاً ، وَذلِكَ أَنَّهُ إذَا تَوَضَّأ فَأحْسَنَ الوُضُوءَ ، ثُمَّ خَرَجَ إلى المَسْجِدِ ، لا يُخرِجُهُ إلاَّ الصَّلاةُ ، لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إلاَّ رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ ، وَحُطَّتْ عَنهُ بِهَا خَطِيئَةٌ ، فَإذَا صَلَّى لَمْ تَزَلِ المَلائِكَةُ تُصَلِّي عَلَيْهِ مَا دَامَ في مُصَلاَّهُ ، مَا لَمْ يُحْدِث ، تقولُ : اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيهِ ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ ، وَلاَ يَزَالُ في صَلاةٍ مَا انْتَظَرَ الصَّلاَةَ )) متفقٌ عَلَيهِ ، وهذا لفظ البخاري .
Dari Abu Hurairah ra, ia mengatakan, Rasulullah Saw. bersabda, “Shalat seseorang dalam jama’ah akan dilipatgandakan dari shalatnya sendirian di rumah  dan di pasar sebanyak 25 kali lipat. Hal itu ketika ia memperbaiki cara berwudhu’nya lalu ia berangkat ke masjid, sedang tidak ada yang menyebabkan ia keluar kecuali murni untuk shalat jama’ah. Akhirnya, ia tidak melangkah dengan satu langkah punkecuali derajatnya terangkat dan dosanya terhapus. Jika ia sedang shalat maka malaikat senantiasa bershalawat kepadanya selama ia berada di tempat shalatnya, selama ia tidak bernajis (tidak batal wudhu’nya). Malaikat berdoa, ya Allah ! Ampunilah dia dan rahmatilah dia. Ia senantiasa terhitung sedang shalat selama ia menunggu waktu shalat berikutnya”. [2]

3)   Orang - orang yang berada di shaf bagian depan di dalam shalat.

عَنِ الْبَرَاءِ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الصَّفِّ الْمُقَدَّمِ ، وَالْمُؤَذِّنُ يُغْفَرُ لَهُ مَدَى صَوْتِهِ ، وَيُصَدِّقُهُ مَنْ سَمِعَهُ مِنْ رَطْبٍ وَيَابِسٍ ، وَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ صَلَّى مَعَهُ " .
Dari Bara' bin 'Azib ra., bahwa Rasulullah Saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan dan orang-orang yang azan diampuni sejauh jangkauan suaranya dan dibenarkan oleh semua yang mendengarnya. Baik dari benda kering maupun yang basah. Dan apahalanya sebanyak pahala orang-orang yang shalat bersamanya (karena mereka datang shalat karena panggilan mudzin) " [3]

4)   Orang - orang yang menyambung shaf (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الَّذِينَ يَصِلُونَ الصُّفُوفَ وَمَنْ سَدَّ فُرْجَةً رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً ».

Dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah Saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang - orang yang menyambung shaf – shaf. Barangsiapa yang mengisi kekosongan shaf maka Allah akan menambah derajatnya" [4]

5)   Para malaikat mengucapkan 'Amin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا قَالَ الْإِمَامُ ( غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ ) فَقُولُوا آمِينَ فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ قَوْلُهُ قَوْلَ الْمَلَائِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah Saw. bersabda, "Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu" [5]

6)   Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.

وعن أبي هريرة - رضي الله عنه - ، قَالَ : قال رَسُولُ اللهِ - صلى الله عليه وسلم - : (( صَلاةُ الرَّجُلِ في جَمَاعةٍ تُضَعَّفُ عَلَى صَلاتِهِ فِي بَيْتهِ وفي سُوقِهِ خَمْساً وَعِشْرِينَ ضِعْفَاً ، وَذلِكَ أَنَّهُ إذَا تَوَضَّأ فَأحْسَنَ الوُضُوءَ ، ثُمَّ خَرَجَ إلى المَسْجِدِ ، لا يُخرِجُهُ إلاَّ الصَّلاةُ ، لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إلاَّ رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ ، وَحُطَّتْ عَنهُ بِهَا خَطِيئَةٌ ، فَإذَا صَلَّى لَمْ تَزَلِ المَلائِكَةُ تُصَلِّي عَلَيْهِ مَا دَامَ في مُصَلاَّهُ ، مَا لَمْ يُحْدِث ، تقولُ : اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيهِ ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ ، وَلاَ يَزَالُ في صَلاةٍ مَا انْتَظَرَ الصَّلاَةَ )) متفقٌ عَلَيهِ ، وهذا لفظ البخاري .
Dari Abu Hurairah ra, ia mengatakan, Rasulullah Saw. bersabda, “Shalat seseorang dalam jama’ah akan dilipatgandakan dari shalatnya sendirian di rumah, di pasar sebanyak 25 kali lipat. Hal itu ketika ia memperbaiki cara berwudhu’nya lalu ia berangkat ke masjid, sedang tidak ada yang menyebabkan ia keluar kecuali murni untuk shalat jama’ah. Akhirnya, ia tidak melangkah dengan satu langkah pun kecuali derajatnya terangkat dan dosanya terhapus. Jika ia sedang shalat maka malaikat senantiasa bershalawat kepadanya selama ia berada di tempat shalatnya, selama ia tidak bernajis (tidak batal wudhu’nya). Malaikat berdoa, ya Allah ! Ampunilah dia dan rahmatilah dia. Ia senantiasa terhitung sedang shalat selama ia menunggu waktu shalat berikutnya”[6]

7)   Orang - orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : " يَجْتَمِعُ مَلائِكَةُ اللَّيْلِ وَمَلائِكَةُ النَّهَارِ فِي صَلاةِ الْفَجْرِ وَصَلاةِ الْعَصْرِ ، فَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلاةِ الْفَجْرِ ، فَتَصْعَدُ مَلائِكَةُ اللَّيْلِ ، وَتَثْبُتُ مَلائِكَةُ النَّهَارِ ، وَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلاةِ الْعَصْرِ ، فَتَصْعَدُ مَلائِكَةُ النَّهَارِ ، وَتَثْبُتُ مَلائِكَةُ اللَّيْلِ ، فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ : كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي ؟ فَيَقُولُونَ : أَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ وَتَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ ، فَاغْفِرْ لَهُمْ يَوْمَ الدِّينِ " .
Dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah Saw. bersabda, "Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku ?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" [7]

8)   Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
عن أبي الدرداء رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ أنَّ رسُولَ الله - صلى الله عليه وسلم - كَانَ يقول : (( دَعْوَةُ المَرْءِ المُسْلِمِ لأَخيهِ بِظَهْرِ الغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ ، عِنْدَ رَأسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ المَلَكُ المُوَكَّلُ بِهِ : آمِينَ ، وَلَكَ بِمِثْلٍ )) . رواه مسلم .
 Dari Abu Darda' ra., bahwasannya Rasulullah Saw. bersabda, "Doa seorang Muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'" [8]
9)        Orang - orang yang berinfak.
عن أبي هريرة رضي الله عنه قاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ماَ مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ اْلعِبَادُ فِيْهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُوْلُ أَحَدُهُمَا اَللّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُوْلُ اْلآخَرُ اَللّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا
Dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah Saw. bersabda, "Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'" [9]

10)    Orang yang makan sahur.
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ الله عَنْهُمَا، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "إِنَّ اللهَ تَعَالَى وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِين"
Dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah Saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang - orang yang makan sahur" [10]

11)    Orang yang menjenguk orang sakit.

وعن عليّ - رضي الله عنه - ، قَالَ : سَمِعْتُ رسولَ الله - صلى الله عليه وسلم - ، يَقُولُ : (( مَا مِنْ مُسْلِم يَعُودُ مُسْلِماً غُدْوة إِلاَّ صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ ألْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِي ، وَإنْ عَادَهُ عَشِيَّةً إِلاَّ صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ ألْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبحَ ، وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ في الْجَنَّةِ )) رواه الترمذي ، وقال : (( حديث حسن )) .(( الخَريفُ )) : الثَّمرُ الْمَخْرُوفُ ، أيْ : الْمُجْتَنَى .
Dari Ali bin Abi Thalib ra, ia berkata, saya pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah seorang Muslim menjenguk saudaranya sesama Muslim ketika pagi hari kecuali 70 ribu malaikat akan mendoakannya hingga tiba waktu sore. Jika ia menjenguknya pada waktu isya maka 70 malaikat tersebut akan mendoakannya hingga waktu subuh. Selain itu, ia juga mendapatkan taman surga beserta pepohonan di dalamnya”. [11]

12)    Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.

عَنْ أَبِى أُمَامَةَ الْبَاهِلِىِّ قَالَ ذُكِرَ لِرَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- رَجُلاَنِ أَحَدُهُمَا عَابِدٌ وَالآخَرُ عَالِمٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِى عَلَى أَدْنَاكُمْ ». ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ حَتَّى النَّمْلَةَ فِى جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ ».
Dari Abu Umamah al-Bahily r.a., bahwa Rasulullah Saw. bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan hiu, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain".[12] [13]
13)    Orang-orang yang bershalawat kepada Rasulullah Saw.
عن عبدالله بن عمرو رضي الله عنهما  قال قال صلى الله عليه وسلم : "من صلّى على رسول الله  صلاة صلى الله عليه وملائكته سبعين صلاة ,فليُقِلَّ عبدٌ من ذلك أو لِيُكْثِرْ
Dari Abdullah bin Umar ra bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa yang bershalat kepada Rasulullah Saw. dengan satu shalawat maka Allah dan para malaikat berrshalawat kepadanya tuju puluh shalawat. Maka silahkan perbanyklah shalawat kalian atau pun silahkan menyedikitkannya.” [14]
14)    Orang yang berpuasa, sedang orang-orang di sekitarnya sedang makan.
عَنْ أُمِّ عُمَارَةَ رضي الله عنها أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَيْهَا ، قَالَ : وَثَابَ إِلَيْهَا رِجَالٌ مِنْ قَوْمِهَا ، قَالَ : فَقَدَّمَتْ إِلَيْهِمْ تَمْرًا ، فَأَكَلُوا ، فَتَنَحَّى رَجُلٌ مِنْهُمْ ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " مَا شَأْنُهُ ؟ " , فَقَالَ : إِنِّي صَائِمٌ ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " أَمَا إِنَّهُ مَا مِنْ صَائِمٍ يَأْكُلُ عِنْدَهُ فَوَاطِرُ ، إِلَّا صَلَّتْ عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ حَتَّى يَقُومُوا " .
Dari Ummu Umarah, bahwasanya Rasulullah Saw. masuk menemuinya, sedang orang-orang dating juga kepada Ummu Umarah sambil membawakan kurma dan makan bersama di rumahnya. Lalu salah seorang meninggalkan tempat. Lalu Rasulullah Saw. bertanya, “Kenapa dia ? kata sahabat tersebut : saya sedang puasa, Maka Rasulullah Saw. bersabda, “Tidaklah ada seseorang yang berpuasa sedang orang-orang di sekitarnya makan dan minum kecuali malaikat bershalawat kepadanya hingga orang-orang selesai makan dan minum.” [15]
15)    Orang-orang yang berkomentar dengan komentar yang baik ketika mengunjungi orang sakit dan mengunjungi orang yang telah wafat (ta’ziah).
عن أم سلمة رضي الله عنها قالت:" قال رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:  إِذَا حَضَرْتُمْ الْمَرِيض أَوْ الْمَيِّت فَقُولُوا خَيْرًا فَإِنَّ الْمَلَائِكَة يُؤَمِّنُونَ عَلَى مَا تَقُولُونَ
Dari Ummu Salamah r.a., ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, “Jika kalian mengunjungi orang sakit atau orang meninggal maka berucaplah dengan yang baik saja karena malaikat mengaminkan kata-kata kalian”. [16]
Imam Nawawi mengomentari hadits tersebut dengan mengatakan, “Hadits ini mengandung pelajaran tentang disunnahkannya mengucapkan kata-kata yang baik berupa do’a dan permohonan ampunan, permohonan agar diberikan kesembuhan. Juga terdapat isyarat tentang kehadiran malaikat dan kegiatan mereka yang mengaminkan ucapan orang-orang yang berkunjung”. [17]
Demikianlah peran malaikat dalam memohonkan ampunan bagi orang-orang yang senantiasa bertaubat kepada Allah. Semoga kita termasuk dalam deretan orang-orang yang diberi ampunan. Amin.


[1] (Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37).
[2] (HR Bukhari dan Muslim. Hadits ini berdasarkan pada redaksi Imam Bukhari).
[3] (Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130).
[4] (HR Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Hakim. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/121)
[5] (HR Bukhari no. 782).
[6] (HR Bukari, no. 555,  dan Muslim. no.634.  Lafazh hadits ini berdasarkan pada lafazh Bukhari.
[7] (HR Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Ahmad dalam kitab Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir).
[8] (HR Muslim dan Abu Daud. al-Albani menshahihkan hadits ini sebagaimana dalam kitab shahi al-Jami’, No.3381).
[9] (Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010).
[10] (HR Ibnu Hibban, No.3467, Thabrani, No. 6434, Abu Naim dalam kitab al-Hilyah, No.320, Dailami, No.530, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519 dan dalam kitab Silsilah Hadits Shahih. No.3409).
[11] (HR Tirmidzi, no.969, Abu Daud, no.3098, Ibnu Majah, no.1442).
[12]  Orang - orang yang Didoakan Malaikat, Syaikh Fadhl Ilahi, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005
[13] (Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Kitab Shahih at-Tirmidzi II/343)
[14] (HR Ahmad dalam Musnad-nya. Al-Bani mengatakan, “Hadits ini shahih mursal”. Lihat shahih al-Jami : 5/174).
[15] (HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah)
[16] (HR Muslim, Ahmad, Tirmidzi, danl al-Baihaqi)
[17] (Lihat : Syarh Muslim, karya imam Nawawi, Daar al-Khair, ).

Categories

About Us

There are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form.

نموذج الاتصال